Showing posts with label Kreatif. Show all posts
Showing posts with label Kreatif. Show all posts

Dengan Modal Relatif Kecil Bisa Membuka Usaha Sablon Pakaian Part II

Selain gampang dilakukan, bisnis sablon modalnya relatif kecil, pengelolaan tidak rumit, dan risikonya pun sangat rendah. Keuntungan yang dapat diperoleh dari usaha sablon cukup lumayan, sekitar 10% sampai 50% dari biaya keseluruhan. Pada waktu-waktu tertentu, seperti pemilu dan pilkada, omzet dapat bertambah beberapa kali lipatnya. Konsumen usaha sablon, di antaranya perusahaan, individu, atau kepanitiaan sebuah acara.

A. Memulai Bisnis 
1. Pengetahuan dan Keterampilan
Keterampilan menyablon akan memengaruhi bisnis karena Anda tidak bisa hanya mengandalkan karyawan. Keterampilan dalam menentukan warna, jumlah warna, ukuran, dan tingkat kesulitan akan memengaruhi besar ongkos produksi dan berimbas pula pada harga yang diberikan kepada konsumen.

2. Modal 
- Bisnis ini bisa dimulai dengan modal kecil. Namun, semakin besar modal akan semakin baik. Modal uang digunakan untuk membeli peralatan sablon.
- Lokasi. Usaha ini sebenarnya tidak memerlukan lokasi strategis, apalagi jika Anda bisa memasarkannya dengan pola promosi tertentu. Bahkan, banyak usaha sablon berada di gang-gang sempit. Namun, jika modal Anda cukup besar, tak ada salahnya memilih tempat yang strategis, misalnya di tempat yang banyak dilalui orang. Peralatan. Peralatan yang bisa digunakan sangat bervariasi. Anda bisa menggunakan teknologi modern atau hanya memakai printer warna. Modal untuk membeli bahan baku juga perlu Anda miliki karena biasanya konsumen membayar setelah pesanannya jadi. Jika Anda kesulitan mendapatkan modal awal, tidak ada salahnya bernegosiasi untuk mendapatkan bahan kaus di awal dan membayarnya belakangan.

B. Hambatan Bisnis 
Hambatan yang mungkin terjadi ketika menjalankan bisnis ini di antaranya sebagai berikut.
- Adanya pesaing yang memiliki peralatan yang lebih canggih. 
- Pembayaran yang sering terlambat dari para konsumen.

C. Strategi Pasar 
- Buat spanduk dengan desain unik dan bagus, disertai nama dan alamat usaha sablon Anda. 
- Sebarkan ke berbagai tempat strategis. 
- Lakukan penawaran langsung ke perusahaan-perusahaan. 
- Miliki kekhasan, misalnya dalam hal desain. 
- Promosikan usaha sablon Anda ke komunitas-komunitas remaja yang gandrung menggunakan baju seragam. 
- Dekati juga anak sekolah dan mahasiswa yang ingio membuat kaus sablon khas angkatan.

Jika Anda ingin membuat sablon dalam jumlah besar, tak ada salahnya berpromosi ke partai-partai politik atau calon kepala daerah untuk membuat kaus kampanye.

D. Analisis Bisnis 
Modal Awal:
Peralatan:
Komputer Rp 3.000.000,00
Printer Rp 700.000,00
Screen dan alat sablon Rp 500,000,00
Jumlah Rp 4.200.000,00

Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 4.200.000,00 - Rp 1.000,00) / 4 = Rp 1.049.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 87.479,00 per bulan.

Perlengkapan:
Spanduk Rp 100.000,00
Brosur Rp 100.000,00
Alat tulis Rp 50.000,00
Perhitungan Laba/(Rugi) per Bulan
Pendapatan 
(500 potong baju X Rp 7.000,00) Rp 3.500.000,00 

Biaya-biaya:
Cat sablon Rp 800.000,00 
Perlengkapan Rp 250.000,00 
Lain-lain Rp 100.000,00
Jumlah Biaya Rp 2.287.479,00 
Laba bersih Rp. 1.212.521,00

Catatan: Analisa harga peralatan, perlengkapan, dan biaya-biaya lain wirausaha ataupun bisnis bisa berubah kapan saja seiring waktu, silahkan sesuaikan dengan analisa harga dan biaya-biaya lain di daerah anda.
Wirausahainfo.blogspot.com
 Motivasi dan inspirasi...

Membuka Usaha Jasa Jahitan (Taylor)


Meski sekarang sudah banyak produksi pakaian jadi, tetapi jasa jahitan tetap dibutuhkan konsumen. Mengapa demikian? Karena ada beberapa risiko pembelian baju jadi yang biasanya diterima oleh pembeli, antara lain:
Pakaian jadi biasanya dibuat dengan ukuran standar (S, M, L, dan XL). Meski model dan bahannya cukup bervariasi dan harganya pun lebih murah dibandingkan memakai jasa penjahit, tetapi tidak semua pakaian jadi pas dikenakan oleh konsumen. Terutama bagi orang-orang memiliki postur tubuh berbeda dengan standar orang pada umumnya, seperti terlalu kecil atau terlalu gemuk. Jasa jahitan akan tetap diburu oleh orang seperti ini.
Ada model dan bahan baju tertentu yang lebih enak kalau dipakai dari hasil jahitan biasa, daripada dalam bentuk pakaian jadi yang diproduksi pabrik. Misalnya pakaian adat, bahan brukat, kain tenun, dan lain-lain.
Contoh lainnya seperti pakaian jas, meski banyak ditemui di pasaran, tetapi kebanyakan ukurannya untuk orang dewasa yang tubuh standar.

  1. Memulai Usaha
Beberapa tahap yang harus dilalui untuk memulai usaha menjahit, adalah sebagai berikut.
v  Mengasah skill di bidang jahit-menjahit. Sekarang banyak dibuka kursus menjahit dari tingkat dasar, menengah, lanjutan, hingga mahir. Bahkan untuk menjadi desainer pun ada sekolah khusus. Bila perlu, lengkapi terus skill dan keterampilan Anda dengan pengetahuan yang berkaitan dengan dunia menjahit, seperti kursus menyulam (sulam pita, sulam benang, payet, dan lain-lain). Dengan demikian, akan banyak variasi dan desain yang bisa Anda hasilkan.
v  Menyiapkan alat, seperti mesin jahit, mesin obras (bila dana terbatas, untuk sementara bisa mengobras di tempat lain), gunting, meteran, penggaris, jarum, dan benang.
v   Mencari tempat usaha. Berbeda dengan usaha lain yang bisa dipasarkan dengan direct selling, untuk membuka jasa jahitan akan lebih baik bila mangkal di suatu tempat agar konsumen mudah mendatangi tempat tersebut. Memang, untuk mencari orderan bisa dari mulut ke mulut atau lewat teman-teman dekat, tetapi produksi tetap harus mangkal di suatu tempat. Cari tempat usaha yang jauh dari toko yang menjual pakaian jadi. Namun, kalau dekat toko bahan tidak masalah, mungkin malah bisa menarik konsumen dari pembeli bahan di sana.
v    Buat papan nama besar atau mencolok di depan toko agar mudah dikenali.

  1. Hambatan Usaha
Satu hal yang ditakutkan oleh pengusaha jasa apa pun, termasuk usaha jahitan baju, adalah ditinggalkan pelanggan. Banyak faktor mengapa seorang pengusaha jasa ditinggalkan oleh pelanggannya, bisa faktor dari dalam pengusaha itu sendiri (seperti kurang ramah, tidak tepat waktu, dan sebagainya) atau karena faktor luar (pesaing).
Bagi pengusaha jasa jahitan baju, pesaing terberatnya adalah industri pakaian jadi yang menawarkan harga relatif murah. Hanya dengan Rp 50-100 ribu, konsumen bisa langsung mengenakan baju yang mereka inginkan. Sementara untuk menjahit baju, seorang konsumen harus membeli bahan dan menunggu beberapa waktu di tukang jahit langganan mereka. Biaya pun kadang lebih dari Rp 100 ribu. Apalagi kota Bandung yang terkenal sebagai kota 'Paris van Java', pakaian jadi dari merek terkenal sampai yang tidak ada merek banyak tersedia di pasar maupun outlet pakaian yang keberadaannya semakin menjamur di kota ini.

  1. Strategi Usaha
Untuk mampu bertahan dan bersaing dengan produk pakaian jadi memang bukan hal mudah, namun pengusaha jasa jahitan baju harus terus berinovasi agar tetap menghasilkan keuntungan, berikut cara inovasi yang dapat dilakukan untuk bertahan dalam persaingan.
v   Memberikan servis memuaskan.
v  Tepat waktu. Kalau terpaksa telat sedang pelanggan sudah mengeluarkan biaya untuk transportasi, ada baiknya penjahit siap mengganti uang transport tersebut.
v  Memberi kesempatan fitting. Bila ada kekurangan (kebesaran atau kekecilan, ada yang terasa tidak nyaman di bagian tertentu) penjahit harus bersedia memperbaiki.
v  Memberi usulan desain baju. Tidak semua orang yang menjahitkan bajunya 'melek' mode. Kelebihan Anda dalam memberi pilihan model baju bisa menarik pelanggan untuk memakai jasa jahit Anda.
v    Selalu belajar dan menambah kemampuan jahitnya.
v Melengkapi papan nama dengan kelebihan Anda. Misal, 'Ahli Jas Pria dan Wanita', 'Ahli Jahit Pakaian Pengantin', 'Ahli Jahit Pakaian Tradisional', dan lain-lain.

  1. Analisis Usaha
Berapa modal awal yang bisa dipakai untuk membuka jasa jahitan? Mari kita sama-sama mencoba menganalisisnya.
Modal Awal:             
Mesin jahit                                                  Rp.  500.000,00
Mesin obras                                                 Rp.  400.000,00
Jumlah                                                        Rp. 900.000,00
Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 900.000,00 - Rp 1.000,00) : 4 = Rp 224.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 18.729,00 per bulan.
Perlengkapan:
Gunting khusus jahitan
Rp. 40.000,00
Penggaris khusus jahitan
Rp. 10.000,00
Benang obras
Rp. 25.000,00
Benang jahit
Rp. 20.000,00
Jarum jahit
Rp. 5.000,00
Jumlah
Rp. 100.000,00


Perhitungan Laba/Rugi per Bulan
Pendapatan (15 stel @ Rp 100.000,00)
Rp. 1.500.000,00
Biaya-biaya:
Rp. 100.000,00
Biaya perlengkapan
Rp. 30.000,00
Biaya transportasi
Rp. 100.000,00
Biaya listrik, air, dan telepon
Rp. 18.729,00
Biaya penyusutan peralatan
Rp. 20.000,00
Biaya lain-Lain
Rp. 268.729,00
Jumlah biaya
Rp. 1.231.271,00

Beberapa harga di atas diambil untuk harga produk termurah. Seperti mesin jahit, itu diambil harga yang paling murah (merek Butterfly). Memakai mesin jahit ini risikonya capek, berbeda dengan mesin jahit listrik. Namun, bisa disiasati dengan menambah dinamo, jadi tenaga kaki tidak sepenuhnya dikeluarkan, tetapi dibantu dinamo. Variasi harganya (bergantung merek dan fasilitas), misalnya mesin jahit listrik, bisa mencapai tiga juta rupiah, bahkan ada yang sampai Rp 6-7 juta. Begitu pun dengan mesin obras yang lebih mahal dari mesin jahit.
Bila dana kurang dari itu, mesin obras sementara bisa dihilangkan dari modal awal. Risikonya harus membawa bahan ke tempat obras. Tentu ini sedikit merepotkan dan mungkin menghambat penyelesaian pekerjaan.
Catatan: Analisa harga peralatan, perlengkapan, dan biaya-biaya lain wirausaha ataupun bisnis bisa berubah kapan saja seiring waktu, silahkan sesuaikan dengan analisa harga dan biaya-biaya lain di daerah anda.
Wirausahainfo.blogspot.com
Motivasi dan inspirasi...

Handycraft Kain Perca II


Mempunyai hobi? Mengapa tidak menjadikan hobi Anda sebagai bisnis? Jika Anda hobi menjahit, mengapa Anda tidak mencoba bisnis handycraft dari kain perca?
Kain perca adalah kain sisa-sisa di tukang jahit atau pabrik konveksi. Biasanya kain ini mereka buang karena sudah tidak bisa digunakan lagi. Artinya, bagi mereka kain perca adalah limbah. Dengan bahan baku yang dianggap oleh orang lain sebagai limbah, Anda bisa memperoleh banyak keuntungan. Bahan baku yang Anda olah tersebut tentunya dapat Anda bell dengan harga murah, bahkan gratis, jika Anda pandai melobi mereka.
Hal utama dalam bisnis ini adalah kekreativitasan. Kreativitas yang tinggi akan menghasilkan handycraft yang bernilai jual tinggi. Carilah ide-ide yang belum terpikirkan oleh orang lain. Misalnya saja, kreasi sajadah anak buatan Erina Aryopati. Berkat kreativitasnya, ia berhasil membuat sajadah anak dari kain perca dengan label Sweetie Pie. Menurutnya, ide tersebut terbesit dari ketiadaan sajadah khusus anak-anak di pasaran dan dari bentuk bed cover. Bahkan, saat momen lebaran, omzetnya bisa mencapai seratus juta rupiah.
    A. Memulai Bisnis
Ada beberapa tahap yang harus dilalui untuk memulai bisnis ini, yaitu sebagai berikut.
v     Menentukan jenis handycraft yang akan Anda buat. Anda dapat membuat sarung bantal, bed cover, serbet, tirai, sarung galon air, taplak meja, dan lain-lain. Bukalah pikiran Anda dengan banyak membaca buku-buku' kreasi kain perca dan juga motif-motif yang dapat Anda kreasikan.
v  Mencari pemasok bahan baku (kain perca). Untuk langkah awal, Anda dapat menghubungi penjahit dekat rumah Anda. Pada skala besar, Anda dapat menghubungi penjahit ternama agar bahan baku yang didapat semakin beragam.
v  Sebagai lokasi pembuatan, Anda dapat menjadikan rumah Anda sebagai workshop pembuatan. Hal tersebut akan menekan modal karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sewa.
v   Merekrut pegawai. Carilah penjahit lulusan kursus menjahit. Mereka biasanya sudah belajar pemolaan dan teknik menjahit yang bagus. Dengan demikian ketika Anda kesulitan mendesain bentuk handycraft, Anda dapat mempergunakan keahlian mereka.
v  Persiapan alat-alat kerja. Tentunya Anda harus membeli mesin jahit. Belilah mesin jahit yang bagus. Jumlahnya pada awal bisnis bisa satu buah saja. Selain itu, sediakan alat untukjahit tangan seperti gunting dan jarum.
v     Menentukan sistem pemasaran. Apakah Anda akan menjualnya dalam sistem titip atau membuka gerai. Jika, Anda yakin handycraft Anda mempunyai keunikan dan daya jual yang tinggi lebih baik jika Anda membuka gerai sendiri.
    B. Hambatan Bisnis
Hambatan setiap bisnis adalah merebut pangsa pasar dari bisnis sejenis. Orang yang terjun ke dalam bisnis ini sudah banyak. Cara untuk merebut pangsa pasar adalah handycraft hasil buatan Anda harus mempunyai keunikan. Tanpa keunikan, orang tidak akan mengenal produk Anda. Selain itu, perhatikan pula bagaimana cara memasarkan produk Anda agar cepat laku dan menghasilkan laba. Beberapa faktor yang memungkinkan usaha Anda terhambat adalah sebagai berikut.
v     Produk Anda terlalu pasaran.
v     Produk Anda tidak bernilai jual karena nilai gunanya rendah.
v     Kualitas kain perca menyulitkan Anda membuat produk yang bagus.
v     Penjahit Anda bukanlah tipikal orang yang kreatif sehingga Anda
v     kerepotan dalam membuat sebuah desain.
    C. Strategi Bisnis
Sebagai jenis usaha yang memetingkan kreativitas, maka hal inilah yang harus Anda tekankan sejak awal. Buatlah barang yang unik dan khas. Keunikan tersebut dapat dilihat dari segi bentuk atau teknik menjahit. Dengan keunikan tersebut, pemasaran akan mudah dilakukan karena produk Anda mempunyai ciri khas.
Barang bagus tetaplah memerlukan strategi pemasaran yang baik. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut.
v     Cermati momen yang ada di masyarakat. Ketika Lebaran atau Ramadhan, Anda dapat membuat barang-barang berkenaan momen tersebut. Misalnya saja taplak meja untuk jamuan Lebaran atau sajadah anak-anak dari kain perca. Ketika natal, Anda dapat membuat hiasan Natal dari kain perca. Ketika Imlek, Anda dapat membuat boneka Cina dari kain perca. Dengan begitu, banyak pembeli yang akan membeli produk Anda. Beberapa momen lain yang dapat Anda cermati adalah hari kemerdekaan RI, hari Valentine, dan kampanye partai.
v     Jika mempunyai desain yang unik, mengapa tidak membuatnya dalam bentuk satu paket? Misalnya saja seprai, selimut galon, tirai, dan bantal sofa. Paket barang tersebut tidak harus berwarna sama, tetapi ada tema yang menghubungkannya. Biasanya, para remaja putri gemar mendekor kamarnya dengan warna tertentu. Hal tersebut dapat Anda jadikan ide memproduksi suatu barang. Selain itu, Anda dapat pula membuat tema etnik tertentu sehingga perluas wawasan desain Anda.
v     Barang yang bagus, bisa saja tidak akan menarik minat pembeli jika kemasannya asal-asalan. Seperti sampul buku, begitu juga fungsi sebuah kemasan. Percantiklah kemasan produk Anda. Kemas dengan kemasan yang eye cathing.
v     Pemberian label sangat penting untuk menjaga orisinalitas produk Anda. Percaya dirilah jika produk Anda akan terkenal. Lebih baik mempunyai label sendiri karena orang cenderung akan mencari produk asli yang terjaga kualitasnya.
v Sistem membership dapat pula Anda terapkan dalam bisnis ini. Berikan keuntungan cuma-cuma dengan menjadi member setia pengguna produk Anda. Memang produk handycraft bukanlah barang yang dikonsumsi dengan cepat. Kecenderungan produk ini akan digunakan dalam waktu tahunan. Fungsi member tersebut untuk sarana promosi agar pembeli yang puas akan mempromosikan kepada orang terdekatnya untuk membeli barang di tempat Anda dengan menggunakan kartu memberi untuk mendapatkan keuntungan cuma-cuma.
v   Promosi lewat media sangatlah penting. Anda dapat mengusulkan produk Anda masuk ke dalam rubrik di majalah. Untuk itu, produk Anda harus mempunyai kekhususan dan keunikan. Bahkan, ada sebagian orang yang menggunakan facebook sebagai promosi. Mereka sengaja membuat akun tentang produknya. Mereka memasang foto-foto yang menarik. Mengapa Anda tidak mencoba cara ini?
v  Jika Anda tinggal di kota besar, Anda dapat bekerja sama dengan konsultan interior. Berpromosilah kepada mereka. Beberapa barang yang Anda produksi tentunya dapat digunakan sebagai interior suatu rumah dan kantor. Dengan hal ini, Anda mendapat mitra bisnis sekaligus media promosi yang baik. Bahkan, untuk barang-barang yang digunakan oleh jasa konsultan interior, Anda dapat mematok harga yang cukup tinggi. Tetapi harga tersebut harus diimbangi dengan desain khusus yang ekslusif tentunya.
v     Buatlah kemungkinan pembeli dapat memesan beberapa barang sesuai keinginan mereka.
v  Perhatikan tren. Tren yang dimaksud adalah kecenderungan warna dan jenis motif yang sedang menjadi tren. Coba Anda perhatikan, ada kecenderungan dalam satu tahun ada warna yang booming dan menarik perhatian banyak orang. Begitu pula dengan tren motif, misalnya saja motif batik. Mengapa Anda tidak memakai kain perca batik? Intinya, perluas wawasan Anda.
    D. Analisis Bisnis
Modal Awal:
Peralatan:                                                                   
2 unit mesin jahit                                            Rp             6.000.000,00
Kursi                                                              Rp                200.000,00
Lemari etalase                                                Rp             1.500.000,00
Meja bundar untuk tempat membuat
pola dan memotong kain                                  Rp             1.000.000,00
Jumlah                                                          Rp             8.700.000,00
Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 8.700.000,00 - Rp 1.000,00) / 4 = Rp 2.174.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 181.229,00 per bulan.
Perlengkapan:
Plastik pembungkus                                        Rp                200.000,00
Stok bahan baku kain perca                           Rp             1.000.000,00
Peralatan pendukung (gunting, meteran,
penggaris, jarum, benang)                               Rp                500.000,00
Jumlah                                                          Rp             1.700.000,00
Perhitungan Labal(Rugi) per Bulan

Pendapatan:
Rp 150.000,00 x 30 hari                                 Rp             4.500.000,00
Biaya-biaya:
Listrik                                                           Rp                250.000,00
Biaya perlengkapan                                         Rp             1.700.000,00
Biaya penyusutan peralatan                             Rp                181.229,00
Gaji karyawan 2 orang @ Rp 500.000,00         Rp             1.000.000,00
Transportasi                                                  Rp                150.000,00
Lain-lain                                                        Rp                100.000,00
Jumlah biaya                                                  Rp             3.381.229,00
Laba Bersih                                                    Rp             1.118.771,00
Catatan: Analisa harga peralatan, perlengkapan, dan biaya-biaya lain wirausaha ataupun bisnis bisa berubah kapan saja seiring waktu, silahkan sesuaikan dengan analisa harga dan biaya-biaya lain di daerah anda.
Wirausahainfo.blogspot.com
Motivasi dan inspirasi...

Menjual Aneka Cokelat


Cokelat adalah makanan favorit semua orang. Jarang sekali ada orang yang tidak suka dengan cokelat. Cokelat merupakan salah satu jenis makanan yang cocok dihidangkan dan disantap dalam setiap kondisi. Selain itu, cokelat juga bisa membuat tenang jika dimakan oleh seseorang yang sedang stres. Intinya, cokelat adalah makanan yang tidak lekang oleh zaman dan selalu menjadi favorit. Konsumen cokelat berasal dari berbagai usia. Anak-anak, remaja, bahkan orang tua, semua menyukai cokelat. Selama manusia masih ada di muka bumi ini, bisnis cokelat masih tetap akan memiliki pelanggan.
    A. Memulai Bisnis
1.      Pengetahuan dan Keterampilan Mengolah Cokelat
v     Keterampilan mengemas cokelat menjadi produk yang menarik dan unik.
v     Keterampilan membuat cokelat dengan aneka bentuk yang inovatif.
v Keterampilan mengolah cokelat yang enak, misalnya dengan mencampur berbagai jenis cokelat menjadi rasa baru yang unik.
2.      Modal yang Dibutuhkan
v    Cetakan cokelat untuk menghadirkan berbagai jenis bentuk cokelat. Tempat produksi atau dapur. Memulai bisnis ini bisa dimulai di dapur Anda sendiri. Walaupun demikian, sebaiknya dapur ditata sedemikian rupa untuk memudahkan proses produksi.
v  Modal finansial. Tidak dibutuhkan dana yang terlalu besar untuk menjadi produsen cokelat. Dana tersebut salah satunya digunakan untuk membeli bahan baku cokelat. Kejelian mencari bahan baku berkualitas dengan harga murah dibutuhkan untuk menekan biaya produksi yang akhirnya berimbas pada harga jual yang kompetitif.
    B. Hambatan Bisnis
Hambatan-hambatan yang bisa ditemui pada bisnis ini antara lain sebagai berikut.
v     Ketika memasarkan produk ini ke pasar yang lebih besar, seperti supermarket, akan sedikit menemui kendala. Proses perizinannya lumayan lama, karena itulah diperlukan sedikit kesabaran.
v  Hati-hati ketika menyimpan cokelat yang sudah jadi, karena cokelat sangat rentan menjadi meleleh oleh cahaya matahari dan panas.
v     Harga bahan baku cokelat bisa memengaruhi kestabilan usaha.
    C. Strategi Bisnis
Berikut beberapa strategi bisnis cokelat yang dapat Anda terapkan. Perdalam kemampuan membuat cokelat Anda dengan mengikuti kursus.
v Ikuti berbagai pameran yang akan mendongkrak penjualan produk-produk cokelat Anda. Dibanding beriklan, biaya mengikuti pameran jauh lebih kecil, tapi dampaknya bisa luar biasa.
v     Kuasai resep cokelat pilihan dan jadikan cokelat tersebut andalan usaha Anda.
v Jaga kebersihan dapur dan peralatan membuat cokelat sehingga Anda bisa menjamin kebersihan dan kualitas bahan baku cokelat yang akan diolah.
v    Siapkan foto aneka cokelat atau sampel cokelat untuk dicicipi jika Anda berniat menawarkan cokelat ke perusahaan-perusahaan atau masyarakat juga.
v Kemas cokelat dengan bentuk unik dan menarik jika Anda ingin mempromosikannya di supermarket.
    D. Analisis Bisnis            
Modal Awal:
Peralatan:
Cetakan cokelat                                              Rp       500.000,00
Panci                                                               Rp       100.000,00
Kompor gas                                                     Rp       250.000,00
Tabung gas                                                      Rp       160.000,00
Jumlah                                                             Rp       1.010.000,00
Peralatan mengalami penyusutan selama 2 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 1.010.000,00 - Rp 1.000,00) / 2 = Rp 252.250,00 per tahun atau sama dengan Rp 21.021,00 per bulan.
Perlengkapan:
Kantong plastik
Kemasan
Label
Alat tulis
Jumlah
Bahan Baku:
Bahan baku cokelat (hitam dan putih)
Pewarna makanan rasa buah-buahan
Jumlah
Perhitungan Laba/(Rugi) per Bulan
Pendapatan (500 buah X Rp 5.000,00)
Biaya-biaya:
Biaya bahan baku
Biaya perlengkapan
Biaya listrik, air dan telepon
Biaya penyusutan peralatan
Biaya lain-lain
Jumlah biaya
Laba Bersih
Rp       70.000,00
Rp       125.000,00
Rp       75.000,00
Rp       30.000,00
Rp       300.000,00

Rp       1.000.000,00
Rp       50.000,00
Rp       1,050.000,00

Rp       2.500.000,00

Rp       1.050.000,00
Rp       300.000,00
Rp       100.000,00
Rp       21.021,00
Rp       100.000,00
Rp       1.571.021,00
Rp       928.979,00
Jika Anda tertarik memasarkan aneka cokelat di supermarket, ikuti tata cara dan tip-tip memasukkan produk berikut ini. Hubungi buyer, PDKM (Pusat Dagang Kecil dan Menengah), dan Aprindo yang secara berkala mempertemukan buyer dengan UKM, misalnya dalam pameran.
v  Pelaku usaha di daerah bisa menghubungi PDKM di tingkat provinsi di bawah naungan Departemen Perdagangan. Saat sudah masuk supermarket, Anda harus terus mengontrol kualitas produk cokelat Anda sehingga tidak dikeluarkan dari supermarket.
v  Biaya sewa di supermarket bisa dengan rupiah atau dolar, bergantung kebijakan pengelola gedung.
Jika produk cokelat Anda masuk ke hipermarket, Anda tidak perlu membayar. Pihak hipermarket hanya akan memberlakukan potongan sekian persen untuk setiap keuntungan yang Anda peroleh.

Catatan: Analisa harga peralatan, perlengkapan, dan biaya-biaya lain wirausaha ataupun bisnis bisa berubah kapan saja seiring waktu, silahkan sesuaikan dengan analisa harga dan biaya-biaya lain di daerah anda.
Wirausahainfo.blogspot.com
Motivasi dan inspirasi...

Menjemput Jatah Rizki sebagai Pengrajin Kain Perca


Bisnis ini merupakan usaha yang dapat dilakukan dengan modal yang lumayan kecil karena kain perca atau sisa konveksi ini harganya sangat murah sehingga modal untuk membeli bahan baku bisa ditekan sekecil mungkin.
Cara mendapatkannya juga mudah. Modal utama yang dibutuhkan dari usaha ini hanyalah ide dan kreativitas. Jika Anda merasa mempunyai semua itu, bisnis ini bisa dijadikan proyek untuk menambah pendapatan. Konsumen yang menjadi target bisnis kain perca sangat luas dan bisa dari kalangan masyarakat mana pun.
Produk yang bisa dihasilkan dari usaha kain perca meliputi sarung bantal, bed cover, serbet, gorden, dan sebagainya. Bahan bakunya bisa dibeli dari konveksi dengan ukuran jual per kilo atau per karung. Harganya antara Rp 1.000,00 sampai Rp 10.000,00 per kilogram.

   A. Memulai Bisnis
1.      Pengetahuan dan Keterampilan
v     Di awal usaha, Anda bisa menciptakan ide-ide kerajinan dari kain bekas dan meminta karyawan Anda untuk membuatnya. Namun, pada perkembangannya, Anda harus memberi mereka kebebasan berkreasi dengan syarat tertentu.
v     Dalam bisnis ini, Anda harus sangat kreatif dalam hal pengemasan produk. Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk terus menambah wawasan bagaimana menciptakan berbagai model dan corak produk yang menarik.
v     Anda harus mengetahui jaringan supplier kain sisa dan benang yang murah.
2.      Modal yang Dibutuhkan
v     Rumah bisa menjadi basis bisnis ini untuk mengurangi pengeluaran.
v  Anda juga membutuhkan beberapa karyawan yang bisa menjahit. Di awal usaha, dua karyawan sudah cukup. Karyawan sebaiknya diseleksi terlebih dulu dan dilihat kerapian jahitannya. Hal ini sangat penting agar kualitas produk tetap terjaga.
v Modal berupa uang digunakan untuk membeli kain sisa dan bahan baku pendukung.

   B. Hambatan Bisnis
Hambatan yang dapat terjadi ketika menjalankan bisnis ini adalah sebagai berikut.
v     Beberapa konsumen yang kurang menyukai kualitas barang yang jelek.
v     Bahan baku terkadang susah didapatkan dengan kualitas baik.

  C. Strategi Pasar
Berikut beberapa strategi pasar yang dapat Anda ambil untuk pengembangan bisnis kain perca Anda.
v     Ciptakan selalu ide-ide desain baru. Desain tersebut harus unik, menarik, dan indah dengan jahitan yang kuat dan rapi.
v     Jaga kualitas produk agar tidak kehilangan pelanggan.
v     Untuk mendongkrak penjualan, pameran adalah ajang yang sebaiknya terus Anda ikuti.

  D. Analisis Bisnis            
Modal Awal:
Peralatan:
Mesin jahit                                                      Rp             2.000.000,00
Mesin obras                                                     Rp             1.000.000,00
Jumlah                                                             Rp             3.000.000,00

Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun.dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 3.000.000,00 - Rp 1.000,00) / 4 = Rp 749.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 62.479,00 per bulan.

Perlengkapan:
Benang                                                            Rp                200.000,00
Bahan baku (kain perca)                                   Rp                300.000,00
Lain-lain                                                          Rp                100.000,00
Jumlah                                                             Rp                600.000,00

Perhitungan Laba/(Rugi) per Bulan
Pendapatan (350 kerajinan kain
perca X Rp 7.500,00)                                       Rp             2.625.000,00

Biaya-biaya:
Gaji karyawan                                                   Rp                700.000,00
Listrik                                                              Rp                100.000,00
Biaya penyusutan peralatan                               Rp                  62.479,00
Biaya perlengkapan                                          Rp                600.000,00
Lain-lain                                                          Rp                200.000,00
Catatan: Analisa harga peralatan, perlengkapan, dan biaya-biaya lain wirausaha / bisnis bisa berubah kapan saja seiring waktu menyesuaikan keadaan ekonomi setiap daerah.
Wirausahainfo.blogspot.com
 Motivasi dan inspirasi...