Showing posts with label Jasa. Show all posts
Showing posts with label Jasa. Show all posts

Membuka Usaha Rental Komputer

Masih minimnya jumlah masyarakat yang memiliki perangkat komputer sendiri maupun laptop menjadi alasan utama celah bisnis ini cukup menjanjikan. Apalagi jika dikaitkan dengan kebutuhan para siswa sekolah atau mahasiswa untuk membuat tugas atau laporan yang kini harus serba dikerjakan menggunakan komputer. Karena itu,jelaslah bahwa bisnis ini akan mendatangkan keuntungan maksimal, terlebih jika dirintis di lokasi potensial seperti lingkungan sekolah atau kampus.
Pendapatan usaha rental komputer pun tak hanya didapat dari jasa penyewaan komputer. Anda juga dapat melayani jasa pengeprinan. Bahkan, jika usaha Anda telah maju, Anda dapat melengkapinya dengan jasa scan atau pemindaian dan desain grafis. Potensial sekali, bukan, usaha seperti ini?
  1. Memulai Bisnis
Berikut adalah hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk memulai bisnis rental komputer.
v  Memahami seluk-beluk komputer, Memahami beragam software dan program yang terdapat di dalam komputer.
v  Mengetahui cara mengatasi hambatan atau kerusakan komputer. Mengetahui tempat membeli peralatan komputer yang murah dan balk.
v  Menyediakan ruangan usaha yang memadai dan nyaman bagi pengunjung.
v  Koleksilah dahulu tiga perangkat komputer dalam kondisi baik dan spesifikasinya yang memadai.
v  Siapkan printer dengan sistem tinta infus agar tinta lebih murah dan mudah didapat serta memberi keuntungan dari setiap print out yang diminta konsumen.

  1. Hambatan Bisnis
Ada beberapa hambatan yang mungkin akan ditemui jika Anda merintis usaha ini, yaitu sebagai berikut.
v  Persaingan sesama rental komputer
v  Meningkatnya mahasiswa yang memiliki komputer atau laptop sendid
v  Persaingan ketat dengan warnet.
  1. Strategi Bisnis
Dalam menekuni usaha ini, ada beberapa hal yang dapat dijadikan strategi mengembangkan bisnis ini, yaitu sebagai berikut.
v  Pertimbangkan lokasi usaha di lingkungan yang kemungkinan banyak menggunakan jasa pengetikan, seperti kampus, sekolah, atau lingkungan tempat tinggal yang banyak tempat indekos mahasiswa. Beli komputer berkecepatan prosesor dan kapasitas menyimpan data yang besar.
v  Tentukan beberapa program software komputer dan daftarkan perizinan pemakaiannya untuk menghindari denda penyalahgunaan lisensi. Berikan pelayanan dan kualitas terbaik, seperti kecepatan komputer yang memadai, pilihan program software yang beragam, fasilitas pendukung yang lengkap dan balk (cetak warna atau hitam putih dan scan foto), harga bersaing, dan tenaga kerja yang benar-benar paham terhadap komputer serta selalu ramah terhadap pengunjung.
  1. Analisis Bisnis            
Modal Awal:
Peralatan:
Perangkat komputer 3 unit                              Rp             7.500.000,00
Meja komputer + kursi @ 3 unit                      Rp             1.200.000,00
Meja + kursi administrasi                                Rp                300.000,00
Printer                                                             Rp                500.000,00
Jumlah                                                              Rp             9.500.000,00
Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 9.500.000,00 - 1 1.000,00) / 4 = Rp 2.374.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 197.895,00 per bulan.
Renovasi tempat usaha                                    Rp             1.000.000,00 
Perlengkapan:
Promosi                                                         Rp              150.000,00
Jumlah                                                          Rp             1150.000,00
Perhitungan Laba/(Rugi) per Bulan
Pendapatan:
150.000,00 x 30 hari                                    Rp              4.500.000,00
Biaya-biaya:
Sewa tempat                                                 Rp                500.000,00
Listrik + air                                                 Rp                300.000,00
Stok kertas + tinta + plastik bening               Rp                750.000,00
Transportasi                                                 Rp               200.000,00
Gaji penjaga rental                                        Rp                650.000,00
Biaya perlengkapan                                       Rp                150.000,00
Biaya penyusutan peralatan                            Rp                197.895,00
Jumlah biaya                                                Rp             2.747.895,00
             Laba/(Rugi) Bersih                         Rp            1.752.105,00
Catatan: Analisa harga peralatan, perlengkapan, dan biaya-biaya lain wirausaha ataupun bisnis bisa berubah kapan saja seiring waktu, silahkan sesuaikan dengan analisa harga dan biaya-biaya lain di daerah anda.
Wirausahainfo.blogspot.com
Motivasi dan inspirasi...

Dengan Modal Relatif Kecil Bisa Membuka Usaha Sablon Pakaian Part II

Selain gampang dilakukan, bisnis sablon modalnya relatif kecil, pengelolaan tidak rumit, dan risikonya pun sangat rendah. Keuntungan yang dapat diperoleh dari usaha sablon cukup lumayan, sekitar 10% sampai 50% dari biaya keseluruhan. Pada waktu-waktu tertentu, seperti pemilu dan pilkada, omzet dapat bertambah beberapa kali lipatnya. Konsumen usaha sablon, di antaranya perusahaan, individu, atau kepanitiaan sebuah acara.

A. Memulai Bisnis 
1. Pengetahuan dan Keterampilan
Keterampilan menyablon akan memengaruhi bisnis karena Anda tidak bisa hanya mengandalkan karyawan. Keterampilan dalam menentukan warna, jumlah warna, ukuran, dan tingkat kesulitan akan memengaruhi besar ongkos produksi dan berimbas pula pada harga yang diberikan kepada konsumen.

2. Modal 
- Bisnis ini bisa dimulai dengan modal kecil. Namun, semakin besar modal akan semakin baik. Modal uang digunakan untuk membeli peralatan sablon.
- Lokasi. Usaha ini sebenarnya tidak memerlukan lokasi strategis, apalagi jika Anda bisa memasarkannya dengan pola promosi tertentu. Bahkan, banyak usaha sablon berada di gang-gang sempit. Namun, jika modal Anda cukup besar, tak ada salahnya memilih tempat yang strategis, misalnya di tempat yang banyak dilalui orang. Peralatan. Peralatan yang bisa digunakan sangat bervariasi. Anda bisa menggunakan teknologi modern atau hanya memakai printer warna. Modal untuk membeli bahan baku juga perlu Anda miliki karena biasanya konsumen membayar setelah pesanannya jadi. Jika Anda kesulitan mendapatkan modal awal, tidak ada salahnya bernegosiasi untuk mendapatkan bahan kaus di awal dan membayarnya belakangan.

B. Hambatan Bisnis 
Hambatan yang mungkin terjadi ketika menjalankan bisnis ini di antaranya sebagai berikut.
- Adanya pesaing yang memiliki peralatan yang lebih canggih. 
- Pembayaran yang sering terlambat dari para konsumen.

C. Strategi Pasar 
- Buat spanduk dengan desain unik dan bagus, disertai nama dan alamat usaha sablon Anda. 
- Sebarkan ke berbagai tempat strategis. 
- Lakukan penawaran langsung ke perusahaan-perusahaan. 
- Miliki kekhasan, misalnya dalam hal desain. 
- Promosikan usaha sablon Anda ke komunitas-komunitas remaja yang gandrung menggunakan baju seragam. 
- Dekati juga anak sekolah dan mahasiswa yang ingio membuat kaus sablon khas angkatan.

Jika Anda ingin membuat sablon dalam jumlah besar, tak ada salahnya berpromosi ke partai-partai politik atau calon kepala daerah untuk membuat kaus kampanye.

D. Analisis Bisnis 
Modal Awal:
Peralatan:
Komputer Rp 3.000.000,00
Printer Rp 700.000,00
Screen dan alat sablon Rp 500,000,00
Jumlah Rp 4.200.000,00

Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 4.200.000,00 - Rp 1.000,00) / 4 = Rp 1.049.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 87.479,00 per bulan.

Perlengkapan:
Spanduk Rp 100.000,00
Brosur Rp 100.000,00
Alat tulis Rp 50.000,00
Perhitungan Laba/(Rugi) per Bulan
Pendapatan 
(500 potong baju X Rp 7.000,00) Rp 3.500.000,00 

Biaya-biaya:
Cat sablon Rp 800.000,00 
Perlengkapan Rp 250.000,00 
Lain-lain Rp 100.000,00
Jumlah Biaya Rp 2.287.479,00 
Laba bersih Rp. 1.212.521,00

Catatan: Analisa harga peralatan, perlengkapan, dan biaya-biaya lain wirausaha ataupun bisnis bisa berubah kapan saja seiring waktu, silahkan sesuaikan dengan analisa harga dan biaya-biaya lain di daerah anda.
Wirausahainfo.blogspot.com
 Motivasi dan inspirasi...

Membuka Studio Musik II


Tahukah Anda, bisnis hiburan saat ini telah sedemikian maju, industri musik termasuk salah satunya. Perkembangan musik Indonesia saat ini, khususnya dilihat dari banyaknya komunitas band musik anak-anak muda, sangat cerah. Banyak anak muda yang hobi main band dan bermusik, meskipun sekadar hobi, iseng, bahkan ada yang serius. Secara tidak langsung hal tersebut menjadi isyarat bahwa komunitas musik telah menjamur dan merupakan angin segar bagi bisnis rental studio musik sebagai tempat atau ajang latihan. Banyaknya pemusik muda yang giat berlatih menjadi berkah tersendiri bagi penyewaan studio musik.
Komunitas grup musik pemakai jasa rental dapat berasal dari segala usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Jadi, ceruk pasarnya cukup luas. Selama musik masih ada, bisnis studio tidak pernah mati sebab masih banyak anak-anak muda yang nge-band yang membutuhkan fasilitas rental alat musik di studio.
    A. Memulai Bisnis
Merintis usaha ini harus didasari oleh pengetahuan dan rasa senang Anda terhadap musik. Selain itu, dengan memahami fungsi dari setiap peralatan band, usaha ini akan semakin lancar.
Nah, berikut hal-hal lain yang harus Anda persiapkan dalam memulai bisnis rental studio musik.
Menyiapkan ruangan khusus, minimal berukuran 4 m x 4 m untuk studio.
Anda dapat memanfaatkan ruangan, kamar, atau garasi.
Desain ruangan tersebut dengan memasang alat peredam suara berupa karpet pada seluruh dindingnya, tak terkecuali pintu.
v     Siapkan kuota listrik yang memadai agar tidak menghambat aktivitas, baik pada penyewa studio maupun bagi orang-orang di rumah Anda.
v Membeli peralatan musik yang terdiri atas: drum dan stick, gitar rhytem elektrik, gitar bass elektrik, microphone, kecrekan, sound system, dan sebagainya. Jika investasi semua barang tersebut baru, memang tidak akan memadai modal yang ada. Karena itu, Anda dapat memanfaatkan pembelian barang-barang second yang kondisinya tetap baik dan kualitas alatnya tetap terjaga. Carilah informasi barang second tersebut melalui internet.
v   Penataan ruangan akustik serta sound system harus bagus supaya hasil suara dari peralatan baik dan nyaman buat latihan. Ruangan besar tetapi penataan sound system kurang pas dapat mengakibatkan bunyi yang dikeluarkan akan saling kejar-kejaran.
v     Perhatikan kondisi suhu ruangan. Biasanya, ruangan yang kedap suara cenderung akan lebih panas karena proses sirkulasi terhambat. Anda dapat memasang AC atau kipas angin di dalam ruangan.
    B. Hambatan Bisnis
Berikut adalah beberapa hambatan yang dapat timbui ketika merintis usaha ini.
v     Penataan ruangan yang tidak kedap suara sehingga menimbulkan
v     kebisingan dan ketidaknyamanan.
v     Kondisi sound system yang kurang baik sehingga menimbulkan suara yang sember can pecah.
v  Kondisi peralatan yang kurang memadai. Misalnya, kualitas senar gitar yang jelek, drum yang hampir robek, dan sebagainya.
v  Harga sewa studio yang terlampau mahal dan tidak diimbangi dengan kualitas peralatan yang baik.
v     Adanya pesaing di dekat lokasi bisnis sehingga persaingan usaha terasa ketat.
v Sepinya penyewa studio, yang rata-rata adalah anak muda usia sekolah, dikarenakan sedang musim ujian di sekolah.
    C. Strategi Bisnis
Agar mampu menjaring peminat yang banyak dan menjadikan usaha ini maju, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu sebagai berikut.
v     Tentukan target pasar yang jelas sehingga dapat menentukan kualitas jenis atau kualitas instrumen yang berimbas pada tarif atau biaya per jamnya.
v Lokasi usaha tidak terlalu melulu harus di tempat strategic. Toh.pada kenyataannya, banyak studio musik yang berada di dalam gang-gang yang memiliki jadwal sewa yang padat. Intinya, di mana pun lokasi usaha kita,jika dirintis dan dikelola dengan baik, akan mendatangkan hasil yang baik pula.
v  Rawatlah selalu peralatan musik di studio Anda dengan baik Biasanya, sering ditemui para pemain band yang memainkan alat musik dengan kasar sehingga dapat menimbulkan kerusakan atau menurunnya kualitas alat tersebut. Jadi, merawat dan mengontrol dengan rutin alat-alat musik telah menjadi suatu keharusan bagi Anda sebagai pemilik studio. Lakukan promosi dengan memasang spanduk atau penyebaran leaflet sederhana ke beberapa sekolah di sekitar lokasi usaha.
v  Buatlah ruangan senyaman mungkin dengan memasang AC atau kipas angin agar para pemain band tidak kepanasan.
v     Pasanglah tarif yang bersahabat dengan kocek anak muda.
v   Buatlah aturan penyewaan studio musik. Baik sewa harga per-jamnya, kapasitas orang yang boleh masuk ke studio, aturan di dalam studio, dan lain-lain.
v     Berikan pelayanan terbaik pada semua pelanggan.
v   Lengkapi koleksi peralatan musik Anda dengan peralatan terbaru dan digemari para pemain band.
v     Berikan fasilitas tempat kendaraan pelanggan yang aman.
    D. Analisis Bisnis
Berikut adalah contoh analisis bisnis usaha studio musik.
Modal Awal:                                                              
Peralatan:
Peralatan musik + sound system                               Rp  10.000.000,00
Jumlah                                                                  Rp  10.000.000,00
Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 10.000.000,00 - Rp 1.000,00) / 4 = Rp 2.449.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 208.312,00 per bulan.
Renovasi tempat usaha                                             Rp    2.000.000,00
Perlengkapan:
Promosi                                                                   Rp       300.000,00
Jumlah                                                                    Rp       300.000,00
Perhitungan Laba/(Rugi) per Bulan
Pendapatan:
Pemasukan per hari (asumsi tersewa 10jam/hari)
Rp 200.000,00 x 30 hari                                          Rp    6.000.000,00
Biaya-biaya:
Listrik                                                                     Rp       650.000,00
Telepon                                                                    Rp       250.000,00
PENEBAR
Perawatan alat                                                          Rp       700.000,00
Transportasi                                                            Rp       200.000,00
Upah pegawai                                                           Rp       600.000,00
Biaya perlengkapan                                                   Rp       300.000,00
Biaya penyusutan peralatan                                       Rp       208.312,00
Jumlah biaya                                                            Rp    2.908.312,00
Laba Bersih                                                              Rp    3.091.688,00

Catatan: Analisa harga peralatan, perlengkapan, dan biaya-biaya lain wirausaha ataupun bisnis bisa berubah kapan saja seiring waktu, silahkan sesuaikan dengan analisa harga dan biaya-biaya lain di daerah anda.
Wirausahainfo.blogspot.com
Motivasi dan inspirasi...

Membuka Usaha Jasa Jahitan (Taylor)


Meski sekarang sudah banyak produksi pakaian jadi, tetapi jasa jahitan tetap dibutuhkan konsumen. Mengapa demikian? Karena ada beberapa risiko pembelian baju jadi yang biasanya diterima oleh pembeli, antara lain:
Pakaian jadi biasanya dibuat dengan ukuran standar (S, M, L, dan XL). Meski model dan bahannya cukup bervariasi dan harganya pun lebih murah dibandingkan memakai jasa penjahit, tetapi tidak semua pakaian jadi pas dikenakan oleh konsumen. Terutama bagi orang-orang memiliki postur tubuh berbeda dengan standar orang pada umumnya, seperti terlalu kecil atau terlalu gemuk. Jasa jahitan akan tetap diburu oleh orang seperti ini.
Ada model dan bahan baju tertentu yang lebih enak kalau dipakai dari hasil jahitan biasa, daripada dalam bentuk pakaian jadi yang diproduksi pabrik. Misalnya pakaian adat, bahan brukat, kain tenun, dan lain-lain.
Contoh lainnya seperti pakaian jas, meski banyak ditemui di pasaran, tetapi kebanyakan ukurannya untuk orang dewasa yang tubuh standar.

  1. Memulai Usaha
Beberapa tahap yang harus dilalui untuk memulai usaha menjahit, adalah sebagai berikut.
v  Mengasah skill di bidang jahit-menjahit. Sekarang banyak dibuka kursus menjahit dari tingkat dasar, menengah, lanjutan, hingga mahir. Bahkan untuk menjadi desainer pun ada sekolah khusus. Bila perlu, lengkapi terus skill dan keterampilan Anda dengan pengetahuan yang berkaitan dengan dunia menjahit, seperti kursus menyulam (sulam pita, sulam benang, payet, dan lain-lain). Dengan demikian, akan banyak variasi dan desain yang bisa Anda hasilkan.
v  Menyiapkan alat, seperti mesin jahit, mesin obras (bila dana terbatas, untuk sementara bisa mengobras di tempat lain), gunting, meteran, penggaris, jarum, dan benang.
v   Mencari tempat usaha. Berbeda dengan usaha lain yang bisa dipasarkan dengan direct selling, untuk membuka jasa jahitan akan lebih baik bila mangkal di suatu tempat agar konsumen mudah mendatangi tempat tersebut. Memang, untuk mencari orderan bisa dari mulut ke mulut atau lewat teman-teman dekat, tetapi produksi tetap harus mangkal di suatu tempat. Cari tempat usaha yang jauh dari toko yang menjual pakaian jadi. Namun, kalau dekat toko bahan tidak masalah, mungkin malah bisa menarik konsumen dari pembeli bahan di sana.
v    Buat papan nama besar atau mencolok di depan toko agar mudah dikenali.

  1. Hambatan Usaha
Satu hal yang ditakutkan oleh pengusaha jasa apa pun, termasuk usaha jahitan baju, adalah ditinggalkan pelanggan. Banyak faktor mengapa seorang pengusaha jasa ditinggalkan oleh pelanggannya, bisa faktor dari dalam pengusaha itu sendiri (seperti kurang ramah, tidak tepat waktu, dan sebagainya) atau karena faktor luar (pesaing).
Bagi pengusaha jasa jahitan baju, pesaing terberatnya adalah industri pakaian jadi yang menawarkan harga relatif murah. Hanya dengan Rp 50-100 ribu, konsumen bisa langsung mengenakan baju yang mereka inginkan. Sementara untuk menjahit baju, seorang konsumen harus membeli bahan dan menunggu beberapa waktu di tukang jahit langganan mereka. Biaya pun kadang lebih dari Rp 100 ribu. Apalagi kota Bandung yang terkenal sebagai kota 'Paris van Java', pakaian jadi dari merek terkenal sampai yang tidak ada merek banyak tersedia di pasar maupun outlet pakaian yang keberadaannya semakin menjamur di kota ini.

  1. Strategi Usaha
Untuk mampu bertahan dan bersaing dengan produk pakaian jadi memang bukan hal mudah, namun pengusaha jasa jahitan baju harus terus berinovasi agar tetap menghasilkan keuntungan, berikut cara inovasi yang dapat dilakukan untuk bertahan dalam persaingan.
v   Memberikan servis memuaskan.
v  Tepat waktu. Kalau terpaksa telat sedang pelanggan sudah mengeluarkan biaya untuk transportasi, ada baiknya penjahit siap mengganti uang transport tersebut.
v  Memberi kesempatan fitting. Bila ada kekurangan (kebesaran atau kekecilan, ada yang terasa tidak nyaman di bagian tertentu) penjahit harus bersedia memperbaiki.
v  Memberi usulan desain baju. Tidak semua orang yang menjahitkan bajunya 'melek' mode. Kelebihan Anda dalam memberi pilihan model baju bisa menarik pelanggan untuk memakai jasa jahit Anda.
v    Selalu belajar dan menambah kemampuan jahitnya.
v Melengkapi papan nama dengan kelebihan Anda. Misal, 'Ahli Jas Pria dan Wanita', 'Ahli Jahit Pakaian Pengantin', 'Ahli Jahit Pakaian Tradisional', dan lain-lain.

  1. Analisis Usaha
Berapa modal awal yang bisa dipakai untuk membuka jasa jahitan? Mari kita sama-sama mencoba menganalisisnya.
Modal Awal:             
Mesin jahit                                                  Rp.  500.000,00
Mesin obras                                                 Rp.  400.000,00
Jumlah                                                        Rp. 900.000,00
Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 900.000,00 - Rp 1.000,00) : 4 = Rp 224.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 18.729,00 per bulan.
Perlengkapan:
Gunting khusus jahitan
Rp. 40.000,00
Penggaris khusus jahitan
Rp. 10.000,00
Benang obras
Rp. 25.000,00
Benang jahit
Rp. 20.000,00
Jarum jahit
Rp. 5.000,00
Jumlah
Rp. 100.000,00


Perhitungan Laba/Rugi per Bulan
Pendapatan (15 stel @ Rp 100.000,00)
Rp. 1.500.000,00
Biaya-biaya:
Rp. 100.000,00
Biaya perlengkapan
Rp. 30.000,00
Biaya transportasi
Rp. 100.000,00
Biaya listrik, air, dan telepon
Rp. 18.729,00
Biaya penyusutan peralatan
Rp. 20.000,00
Biaya lain-Lain
Rp. 268.729,00
Jumlah biaya
Rp. 1.231.271,00

Beberapa harga di atas diambil untuk harga produk termurah. Seperti mesin jahit, itu diambil harga yang paling murah (merek Butterfly). Memakai mesin jahit ini risikonya capek, berbeda dengan mesin jahit listrik. Namun, bisa disiasati dengan menambah dinamo, jadi tenaga kaki tidak sepenuhnya dikeluarkan, tetapi dibantu dinamo. Variasi harganya (bergantung merek dan fasilitas), misalnya mesin jahit listrik, bisa mencapai tiga juta rupiah, bahkan ada yang sampai Rp 6-7 juta. Begitu pun dengan mesin obras yang lebih mahal dari mesin jahit.
Bila dana kurang dari itu, mesin obras sementara bisa dihilangkan dari modal awal. Risikonya harus membawa bahan ke tempat obras. Tentu ini sedikit merepotkan dan mungkin menghambat penyelesaian pekerjaan.
Catatan: Analisa harga peralatan, perlengkapan, dan biaya-biaya lain wirausaha ataupun bisnis bisa berubah kapan saja seiring waktu, silahkan sesuaikan dengan analisa harga dan biaya-biaya lain di daerah anda.
Wirausahainfo.blogspot.com
Motivasi dan inspirasi...

Berbisnis Di Dunia Pelatihan

Belajar dari Purdie Candra (pemilik bimbingan belajar Primagama), Feny Shaffira, Kafi Kurnia, Tung Desem Waringin, Andri Wongso, dan lain-lain yang selalu mendapat sambutan meriah dari para pengundangnya, menunjukkan bahwa berbisnis di dunia pelatihan memberi peluang besar. Apalagi kalau melihat semakin banyaknya perusahaan, baik kecil maupun besar, yang terus mengundang mereka demi memantapkan motivasi perusahaan maupun diri sendiri.
A. Memulai Bisnis
Kalau kita ingin membuka usaha pelatihan seperti mereka atau yang lain, ada beberapa persiapan dan langkah-langkah yang harus dijalani, antara lain sebagai berikut.
v Bila Anda ingin membuka usaha pelatihan sekaligus sebagai trainer-nya, Anda harus mampu melihat lebih dalam pada potensi diri Anda. Karena seorang trainer harus memiliki kualifikasi mengajar lebih dari seorang guru biasa. Seorang trainer bukan hanya memberikan input ilmu kepada pesertanya, tapi juga dituntut untuk mampu mengubah paradigma lama menjadi paradigma baru sesuai konsep yang ia bawa. Misalnya konsep ESQ-nya Ary Ginanjar, atau PMQ-nya Aa Gym. lajuga harus membawakan materi secara smart, tapi tetap bersemangat, seperti Andri Wongso atau Tung Desem Waringin, misalnya. Dan yang tidak kalah penting, harus memiliki ciri khas yang berbeda dengan konsep pelatihan lain. Kalau sama, khawatir orang akan menganggap kita meniru atau menjiplak konsep orang lain.
v Menentukan segmentasi pasar yang akan diambil sebagai target market Anda sesuai dengan konsep pelatihan Anda. Segmentasi pasar ini akan menentukan langkah-langkah selanjutnya. Seperti Senam yang menentukan segmentasi pasarnya adalah perusahaan maupun instansi pemerintah yang lebih mementingkan status perusahaan, maka langkah selanjutnya yang ia ambil adalah menghubungi notaris untuk mengurus proses pendirian perusahaannya. Tempat kantor menjadi urusan nomor selanjutnya bagi Sena. Berbeda dengan Aji Sopandi (owner Bekam University) yang mengambil segmen pasarnya untuk umum. la lebih dulu mencari tempat untuk belajar peserta. Karena sistem pengajaran yang ia lakukan memang seperti seminar di kelas, hanya dibawakan dengan penuh semangat ala trainer pada umumnya.
v Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk langkah-langkah selanjutnya. Peralatan di sini akan berbeda bagi setiap trainer, bergantung konsep pelatihannya. Sena yang pada awal pendirian perusahaannya menawarkan pelatihan outbond team building dan leadership, ia harus menyiapkan alat-alat untuk kegiatan outbond. Untuk pemula, bisa menyewa di tempat penyewaan khusus outbond. Sedang Aji Sopandi, selain menyiapkan ruang kelas yang layak untuk pelatihan, ia juga harus menyiapkan peralatan bekam dan perangkatnya. Bila dibutuhkan, bisa memakai in focus (otomatis plus laptop-nya) untuk menjelaskan materi kepada peserta. Namun, kalau tidak ada, bisa menerangkan tanpa alat apa pun asal kita pede dengan potensi diri kita. Seperti Andri Maadsa (owner Succes University). Pada awal membuka jasa pelatihan dan ia bertindak sebagai trainer-nya, ia nyaris tanpa alat bantu apa pun, tanpa mik, tanpa in focus dan laptop. Tapi ternyata pesertanya tetap bersemangat dan terinspirasi hingga memiliki ribuan murid. Mulai menentukan strategi pemasaran. Hal ini pun akan berbeda bagi setiap jenis pelatihan, bergantung pula pada segmen pasar yang diambil.
B. Hambatan Bisnis
Hambatan dalam bisnis pelatihan ini beragam, bergantung jenis dan konsep pelatihannya. Namun, secara umum bisa diuraikan, sebagai berikut. Trainer. Kadang, bagi trainer pemula, sering merasa grogi atau kurang menguasai materi.
Peserta. Jika suatu pelatihan dibuka untuk umum, kadang jumlah peserta kurang dari yang ditargetkan. Hal ini kadang berpengaruh pada kerugian fasilitas. Misalnya, sudah terlanjur memesan makanan untuk 100 orang peserta, ternyata yang datang hanya setengahnya. Berarti panitia rugi secara materi. Atau bahkan sebaliknya, peserta membludak melebihi kapasitas tempat yang disediakan.
Cuaca. Untuk pelatihan outbond yang dilakukan di lapangan, bila tiba-tiba hujan saat pelatihan berlangsung, akan memengaruhi konsentrasi peserta. Meski bisa tetap diteruskan, tapi risiko sakit pada peserta harus tetap dipertimbangkan meski sudah menyiapkan tim medis khusus. Bagi pelatihan yang dilakukan di kelas pun, bila dilakukan di musim hujan, akan memengaruhi jumlah peserta yang hadir. Karena hujan masih sering menjadi alasan bagi orang untuk tidak keluar rumah. Keluhan peserta. Karena peserta banyak dan memiliki karakter yang berbeda-beda, meski pihak pelaksana pelatihan sudah menyiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin, kadang tetap ada yang mengeluh dan protes.
C. Strategi Bisnis
Bisnis di dunia jasa pelatihan sangat berbeda dengan bisnis jasa bidang lain. Kalau jasa bidang lain, pada umumnya hanya menjual jasa yang bisa dilakukan oleh fisik, seperti laundry, cleaning service, pencucian motor dan mobil, dan lain-lain. Tapi, jasa pelatihan selain harus memberikan servis, juga menjual ide. Seorang marketer di bidang ini harus mampu menyampaikan idenya dengan baik sehingga mampu meyakinkan target pasar bahwa pelatihan yang ditawarkan sangat penting dan mereka butuhkan. Berikut ada beberapa strategi marketing yang sekiranya bisa dilakukan untuk meningkatkan pendapatan melalui usaha jasa pelatihan.
Untuk strategi pemasaran, bisnis pelatihan dibagi dua, yaitu:
1. Strategi pemasaran untuk segmentasi pasar khusus.
v Buatlah proposal pelatihan sebaik mungkin sehingga mampu menarik target pasar agar mau mengikuti pelatihan yang Anda tawarkan. Hal ini terutama untuk konsep pelatihan dengan segmen pasar corporate dan instansi pemerintah.
v Menyampaikan proposal pelatihan melalui surat. Selain disampaikan secara langsung ke instansi tertentu, juga bisa dikirim melalui surat. Setelah beberapa hari, kira-kira surat tersebut sudah sampai di tempat tujuan, kita konfirmasi melalui telepon. Kalau mereka siap membuat janji untuk bertemu, kita harus siap presentasi.
v Jika memutuskan untuk menyampaikan proposal secara langsung, Anda harus memastikan ketika dalam instansi tersebut Anda tidak salah masuk bagian. Setiap corporate dan instansi pemerintah biasanya memiliki orang-orang khusus bagian pelatihan yang membutuhkan provider untuk pelatihan karyawan. Untuk perusahaan, biasanya ia harus melewati dua pintu baru bertemu dengan orang tersebut. Untuk instansi pemerintah, biasanya harus melewati empat pintu. Seorang marketing di bidang ini harus siap dengan prosedur yang dipakai mereka.
v Periksa penampilan Anda sebelum presentasi agar ketika Anda tampil di hadapan clien Anda tampil perfect dan mengesankan. Pakailah baju yang bersih dan rapi. Bila perlu memakai jas dan berdasi agar terkesan elegan sehingga mampu meyakinkan mereka.
v Untuk menambah kesan profesional, Anda bisa melakukan presentasi dengan bantuan infokus dan laptop.
v Buatlah website untuk mengenalkan lembaga Anda kepada publik. Keberadaan website ini sangat penting karena perusahaan-perusahaan middle up yang menjadi target pasar banyak mencari informasi lembaga pelatihan melalui internet.
v Mencari target pasar melalui internet.
v Berilah alternatif tawaran harga yang bervariasi.
v Merekrut instruktur dan karyawan bukan dari orang yang sudah berpengalaman di pelatihan lain, agar mudah di-setting dan memiliki freshgrade (paradigma baru) sehingga Anda bisa menemukan tim yang sevisi dan semisi untuk membangun tujuan yang sama.
v Miliki dana khusus untuk mengikutkan karyawan, terutama instruktur, ke pelatihan lain sebagai balance smart atau study banding.
2. Strategi pemasaran untuk segmentasi pasar umum
Segmentasi pasar umum di sini maksudnya adalah, peserta pelatihan bisa diikuti oleh orang banyak, siapa pun, balk dari pelajar, mahasiswa, maupun orang dewasa lain. Untuk menjangkau mereka, ada beberapa strategi yang bisa digunakan.
v Sebar pamflet dan tempelkan di tempat-tempat strategis, minimal tiga Minggu sebelum hari H pelatihan. Semakin banyak pamflet yang disebar, semakin banyak peluang orang untuk tahu, dan bila kemudian mereka tertarik, maka mereka pasti akan datang ke pelatihan.
v Cantumkan tiga nomor yang berbeda pada pamflet agar publik yang berminat mengikuti pelatihan bisa leluasa melakukan konfirmasi lewat telepon sesuai nomor operator milik mereka. Hal ini akan meringankan biaya telepon target pasar. Karena biaya telepon dari sesama operator biasanya lebih murah.
v Cari tempat pelatihan yang strategis dan mudah dijangkau.
D. Analisis Bisnis
Modal awal
Laptop
Rp 5.000.000,00
Telepon genggam
Rp 2.000.000,00
Jumlah
Rp 7.000.000,00
Peralatan mengalami penyusutan selama 2 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 7.000.000,00 - Rp 1.000,00) : 2 = Rp 3.499.500,00 per tahun atau sama dengan Rp 291.625,00 per bulan.
Perlengkapan:
Kartu nama
Rp 75.000,00
Promosi tools (brosur, pamflet, dll.)
Rp 150.000,00
Alat tulis
Rp 100.000,00
Jumlah
Rp 325.000,00
Perhitungan Laba/Rugi per Bulan
Pendapatan
Pelatihan (50 orang X Rp 200.000,00)
Rp 10.000.000,00
Biaya-biaya:
Memperbanyak modul
Rp 200.000,00
Sewa tempat
Rp 1.000.000,00
Sewa peralatan
(LCD proyektor, sound system)
Rp 1.000,00000
Iklan
Rp 1.000.000,00
Biaya penyusutan
Rp 291.625,00
Catatan: Analisa harga peralatan, perlengkapan, dan biaya-biaya lain wirausaha ataupun bisnis bisa berubah kapan saja seiring waktu, silahkan sesuaikan dengan analisa harga dan biaya-biaya lain di daerah anda.
Wirausahainfo.blogspot.com
Motivasi dan inspirasi...