Tips Persiapan Sebelum Memulai Bisnis Karakteristik Kewirausahaan Berani Untuk Merintis Usaha Tips Melakukan Analisa Persaingan Usaha Untung Besar Atau Untung Berlipat? Dengan Modal Relatif Kecil Bisa Membuka Usaha Sablon Pakaian Part II Potensi Pasar Memahami Keluhan Pelanggan Motivasi Berwirausaha Kunci Sukses Usaha Dahului Bisnis dengan Studi Kelayakan Membuka Studio Musik II Manajemen Kewirausahaan Membuka Usaha Jasa Jahitan (Taylor) Handycraft Kain Perca II Berjualan Nasi Kuning/Uduk Menjual Aneka Cokelat Berbisnis Di Dunia Pelatihan Toko Boneka Usaha Jasa Pengetikan Panduan Budidaya Jamur Tiram Panduan Budidaya Ikan Mujair Panduan Budidaya Bebek Peking Panduan Budidaya Ikan Mas Panduan Budidaya Burung Puyuh Membuka Usaha Laundry Kiloan Toko Mainan Anak-Anak Toko Aneka Kerudung Outlet Refill Parfum Jasa Sewa VCD/DVD Original Langkah-Langkah Membuka Usaha Cuci Motor dan Mobil (part II) Toko Alat-Alat Listrik Jasa Desainer Grafis Membuka Toko Peralatan Komputer Peluang Bisnis Sebagai Agen Gas Elpiji Selain Mendapatkan Untung juga Memberikan Kemanfaatan Bagi Banyak Orang dengan Membuka Usaha Perpustakaan dan Toko Buku Diskon Menjemput Jatah Rizki sebagai Pengrajin Kain Perca Membuka Usaha Sablon Digital untuk Produksi Kaos Distro Memulai Usaha Ataupun Bisnis Haruskah Bermodal Besar? Usaha Aneka Juice Serba Segar Perencanaan Keuangan (Money Management) Menjadi Pedagang Kulakan Beternak Ayam Serama 10 Peluang Bisnis Rumahan Modal Kecil Menjadi Pengusaha Produsen Boneka Beternak Landak Mini Ternyata Untungnya tidak Mini Pembesaran Lele di Kolam Terpal, Minim Biaya Maksimal Untungnya Usaha Toko & Bengkel Motor Tips Usaha Cuci Mobil dan Motor Sukses Budidaya Hamster Usaha Dagang atau Jualan Pulsa Tata Cara Usaha Studio Photo Mini Usaha Kuliner Masakan Khas Daerah Wirausaha Jasa Cuci Helm, Peluang Baru Yang Menjanjikan Peluang Usaha Air Isi Ulang Tips Mengelola Jejaring Sosial Bisnis Mendongkrak Omzet Melalui Pameran Usaha Jasa Odong-Odong Ini Dia 4 Ciri Karyawan Bermental Wirausaha Usaha Pembuatan Kecap Ampas Tahu Usaha Pembuatan Tahu & Resepnya Kiat Memulai Usaha Apotik Usaha Pembuatan Tempe (Bahan dan Resep) Bisnis Keripik Ubi Jalar 10 Ide Wirausaha Jitu Untuk Mahasiswa Peluang Usaha Sebagai Agen Pulsa 23 Strategi Sukses Berwirausaha Budidaya Tanaman Melon Panduan Lengkap Budidaya Stroberi Sukses Budidaya Kucing Persia Budidaya Ayam Ras Petelur Bisnis Usaha Lapangan Futsal Beternak Kambing Membuka Usaha Cetak Digital Untung Besar dari Bisnis Laundry Budidaya Ternak Lebah Tips dan Strategi Membuka Bisnis Warnet Usaha Toko Mainan Anak Bisnis Rakit Sepeda Fixie Usaha Jual Aneka Gorengan Prospek Beternak Bebek Hibrida Umur 40 hari Sudah Mendatangkan Rezeki Bisnis Foto Copy Tak Pernah Sepi Dari Rupiah Budidaya Bunga Anggrek Bisnis Toko Bangunan Usaha Makanan Italia Spaghetti Ternak Ras Kucing Populer di Indonesia dan Dunia Usaha Penjualan Helm Sepeda Motor Usaha Large Digital Printing Panduan Budidaya Kentang 10 Hal Penting dalam Mengelola Website Bisnis Wirausaha Es lilin dan Es Puter Usaha Kerajinan Flanel Memulihkan Bisnis yang Hampir Bangkrut Pencatatan Harian Toko Usaha Bermacam-Macam Keripik Mencoba Menjadi Wirausaha Salad Buah Berwirausaha Handuk Kreatif Buka Usaha Kaus Tematik Jago Statistik, Kenapa Tidak Menjadi Konsultan Skripsi? Wirausaha Kopi Luwak Tahu dan Tempe Crispy Usaha Toko Serba Lima Ribu Bertanam Kayu Jabon Warung Makan Gocengan Budidaya Tanaman Melon Wirausaha Mie Ayam Pangsit Membuka Usaha Ikan Asap Eksis dengan Berbisnis Roti Wirausaha Cuci dan Salon Mobil Deskripsi Wirausaha Merubah Keluhan Pelanggan Menjadi Asset Anda Memanage Karyawan/Staff Wirausaha Produksi Sambal Pedas Obyek Kewirausahaan Usaha Penyewaan Buku dan Majalah Wirausaha Fashion Baju Muslim Usaha Pengolahan Lidah Buaya Bisnis Aksesori Pernikahan Usaha Bisnis Bakso Rumahan Delapan Rahasia Menjadi Entrepreneur Sejati Yang Kaya Semakin Kaya, Yang Miskin Semakin? Bisnis Dropshipping Belanja di Grosir Untuk Kulakan Lebaran Wirausaha Reseller Kue Kering Menjelang Lebaran Usaha Kerajinan Papercraft Tips Usaha Jahit Pakaian Panduan Budidaya Cacing Tanah Panduan Budidaya Semangka Panduan Budidaya Kacang Tanah Panduan Tata Cara Budidaya Nilam Panduan Tata Cara Budidaya Cabai Panduan Budidaya Kedelai Panduan Budidaya Tembakau Tata Cara Budidaya Mangga Panduan Budidaya Terong Budidaya Tanaman Gingseng Panduan Tata Cara Budidaya Mentimun Panduan Budidaya Tomat Panduan Budidaya Melon Panduan Budidaya Kacang Panjang

Karakteristik Kewirausahaan

Wirausahawan yang unggul yang mampu menciptakan kreativi­tas dan inovasi sebagai dasar untuk hidup, tumbuh dan berkembang umumnya memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang merupakan proses jangka panjang berdasarkan pengalaman dan pendidikan.

Beberapa karakteristik yang melekat pada diri wirausahawan (Zimmerer, and Scarborough, 1998; Kuratko & Hoodgets, 2007) sebagai berikut:
1. Desire for responsibility
Wirausaha yang unggul merasa bertanggungjawab secara pribadi atas hasil usaha yang dia lakukan. Mereka lebih dapat mengendalikan sumberdaya sumberdaya yang dimiliki dan menggunakan sumberdaya tersebut untuk mencapai cita-cita. Wirausaha yang berhasil dalam jangka panjang haruslah memiliki rasa tanggung jawab atas usaha yang dilakukan. Kemampuan untuk menanggung risiko usaha se­perti: risiko keuangan, risiko teknik adakalanya muncul, sehingga wirausaha harus mampu meminimalkan risiko.

2. Tolerance for ambiguity
Ketika kegiatan usaha dilakukan, mau-tidak mau harus berhubung­an dengan orang lain, baik dengan karyawan, pelanggan, pe­masok bahan, pemasok barang, penyalur, masyarakat, maupun aturan legal formal. Wirausaha harus mampu menjaga dan mem­pertahankan hubungan baik dengan stakeholder. Keberagaman bagi wirausaha adalah sesuatu hat yang biasa. Kemampuan un­tuk menerima keberagaman merupakan .suatu ciri khas wirausaha guna menjaga kelangsungan hidup bisnis atau perusahaan dalam jangka panjang.

3. Vision
Wirausaha yang berhasil selalu memiliki cita-cita, tujuan yang jelas kedepan yang harus dicapai secara terukur. Visi merupakan filosofi, cita-cita dan motivasi mengapa perusahaan hidup, dan wi­rausaha akan menterjemahkan ke dalam tujuan, kebijakan, ang­garan, dan prosedur kerja yang jelas. Wirausaha yang tidak jelas visi kedepan ibarat orang yang berjalan tanpa arah yang jelas, se­hingga kecenderungan untuk gagal sangat tinggi.

4. Tolerance for failurer
Usaha yang berhasil membutuhkan kerja keras, pengorbanan balk waktu biaya dan tenaga. Wirausaha yang terbiasa dengan kreativitas dan inovasi kadangkala atau bahkan sering mengalami ketidakberhasilan. Proses yang cukup panjang dalam mencapai kesuksesan tersebut akan meningkatkan kepribadian toleransi terhadap kegagalan usaha.

5. Internal locus of control
Didalam diri manusia ada kemampuan untuk mengendalikan diri yang dipengaruhi oleh internal diri sendiri. Wirausaha yang ung­gul adalah yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri dari dalam dirinya sendiri. Kerasnya tekanan kehidupan, persaingan binis, perubahan yang begitu cepat dalam dunia bisnis akan meningkatkan tekanan ke­jiwaan balk mental, maupun moral dalam kehidupan kesehari­an. Wirausaha yang mampu mengendalikan dirinya sendiri akan mampu bertahan dalam dunia bisnis yang makin komplek.

6. Continuous Improvement
Wirausaha yang berhasil selalu bersikap positif, mengangap peng­alaman sebagai sesuatu yang berharga dan melakukan perbaikan terus-menerus. Pengusaha selalu mencarihal-hal baru yang akan memberikan manfaat balk dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Wirausaha memiliki tenaga, keinginan untuk terlibat dalam petualangan inovatif yang akan membawa konsekuensi menguntungkan dimasa depan.

7. Preference for moderate risk.
Dalam kehidupan berusaha, wirausaha selalu berhadapan dengan intensitas risiko. Sifat wirausaha dalam menghadapi resiko dapat digolongkan ke dalam 3 macam sifat mengambil resiko, yaitu risk seeking (orang yang suka dengan risiko tinggi), moderat risk (orang yang memiliki sifat suka mengambil risiko sedang), dan risk averse (orang memiliki sifat suka menghidari risiko) Pada umumnya wirausaha yang berhasil memiliki kemampuan untuk memilih risiko yang moderate/sedang, di mana ketika mengambil keputusan memerlukan pertimbangan yang matang, hal ini seja­lan dengan risiko wirausaha yang apabila mengalami kegagalan di tanggung sendiri. Wirausaha akan melihat sebuah bisnis dengan tingkat pemahaman pribadi yang disesuaikan dengan perubahan lingkungan (Zimmerer, and Scarborough, 1998)

8. Confidence in their ability to success.
Wirausaha umumnya memiliki keyakinan yang cukup tinggi atas kemampuan diri untuk berhasil. Mereka memiliki kepercayaan yang tinggi untuk meiakukan banyak hal dengan balk dan sukses. Mereka cenderung untuk optimis terhadap peluang keberhasilan dan optimisme, biasanya berdasarkan kenyataan. Tanpa keyakin­an kepercayaan untuk sukses dan mampu menghadapi tantangan akan menurunkan semangat juang dalam melakukan bisnis.

9. Desire for immediate feedback.
Perkembangan yang begitu cepat dalam kehidupan usaha menunut wirausaha untuk cepat mengantisipasi perubahan yang terjadi agar mampu bertahan dan berkembang. Wirausaha pada umumnya memiliki keinginan untuk mendapatkan respon atau umpan balik terhadap suatu permasalahan. Persaingan yang begitu ketat dalam dunia usaha menuntut untuk berpikir cerdas, cepat menanggapi perubahan. Wirausaha memiliki kecenderungan untuk mengetahui sebaik apa ia bekerja dan mencari pengakuan atas prestasi secara terus-menerus.

10. High energy level
Wirausaha pada umumnya memiliki energi yang cukup tinggi dalam melakukan kegiatan usaha sejalan dengan risiko yang ia tanggung. Wirausaha memiliki semangat atau energi yang cukup tinggi dibanding kebanyakan orang. Risiko yang harus ditanggung sendiri mendorong wirausaha untuk bekerja keras dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Bergairah dan mampu menggu­nakan daya geraknya, ulet tekun dan tidak mudah putus asa.

11. Future orientation
Keuntungan usaha yang tidak pasti mendorong wirausaha selalu
melihat peluang, menghargai waktu dan berorientasi kemasa depan. Wirausaha memiliki kecenderungan melihat apa yang akan dilakukan sekarang dan besuk, tidak begitu mempersoalkan apa yang telah dilakukan kemarin. Wirausaha yang unggui selalu berusaha memprediksi perubahan dimasa depan guna meningkat­kan kinerja usaha.

12. Skill at organizing
Membangun usaha dari awal memerlukan kemampuan mengor­ganisasi sumberdaya yang dimiliki berupa sumber-sumber ekono­mi berujud maupun sumber ekonomi tak berujud untuk mendapat manfaat maksimal. Wirausaha memiliki keahlian dalam melaku­kan organisasi balk orang maupun barang. Wirausaha yang ung­gul ketika memiliki kemampuan portofolio sumberdaya yang cu­kup tinggi untuk dapat bertahan dan berkembang.

13. High Commitment
Memunculkan usaha baru membutuhkan komitmen penuh yang tinggi agar berhasil. Disiplin dalam bekerja dan pada umumnya wirausaha membenamkan diri dalam kegiatan tersebut guna ke­berhasilan cita-citanya. Scarborough, et.all (2006) mengungkap­kan step, langkah terakhir seorang wirausaha untuk meningkat­kan kreativitas pendorong kewirausahaan adalah “work, work, work,….”

14. Flexibility
Perubahan yang begitu cepat dalam dunia usaha mengharuskan wirausaha untuk mampu menyesuaikan diri dengan perubahan apabila tetap ingin berhasil. Kemampuan beradaptasi dengan per­ubahan lingkungan merupakan modal dasar dalam berusaha, ber­tumbuh dan sukses. Fleksibilitas berhubungan dengan kolega se­perti; kemampuan menyesuaikan diri dengan perilaku wirausaha lain, kemampuan bernegosiasi dengan kolega mencerminkan kompentensi wirausaha yang unggul.

0 komentar:

Post a Comment